Prediksi Curah Hujan Menggunakan Hybrid Metode K-Means Dan Metode Radial Basis Function (Studi Kasus : BMKG Kota Tanjungpinang)
Dena Pertiwi
denaumrah@gmail.com
Jurusan Terknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Maritim
Raja Ali Haji
ABSTRAK
Curah hujan yang tidak dapat
diperkirakan sering sekali terjadi di Indonesia salah satunya yaitu kota
Tanjungpinang, Kepulaun Riau. Curah hujan yang tidak dapat diperkirakan atau di
pastikan dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam seperti halnya, banjir,
tanah lonsor, dan lainnya. Penelitian yang dilakukan untuk membuat suatu
prediksi dalam menyelesaikan masalah curah hujan di kota Tanjungpinang, dengan
menggunakan hybrid metode K-Means dan metode Radial Basis Function untuk prediksi curah hujan. Adapun variabel
yang digunakan dalam penelitian ini yaitu arah angin, kecepatan angin,
temperatur, kelembaban udara, tekanan udara dan curah hujan. Dalam penelitian
ini data yang digunakan untuk prediksi curah hujan adalah data curah hujan
harian mulai tahun 2015-2016. Hasil pengujian yang
dilakukan dengan menggunakan hybrid metode
k-means dan metode radial basis function dalam kasus
prediksi curah hujan mendapatkan hasil pelatihan dengan menggunakan vektor data
sebanyak 512, menghasilkan RMSE terkecil sebesar 0.011591
dan MAD sebesar 6.536949 dengan jumlah kluster
28. Senjutnya dilakukan proses pengujian dengan menggunakan jumlah vektor data
sebanyak 219 menghasilkan RMSE sebesar 0.101746 dan MAD
sebesar 8.887692293.
Kata Kunci : Prediksi, Curah Hujan, K-Means, Radial Basis Function.
PENDAHULUAN
Curah hujan merupakan suatu keadaan dimana air yang jatuh
ke permukaan bumi atau pada suatu daerah tertentu dalam kurun waktu yang tidak dapat dipastikan atau
diperkirakan. Curah hujan sendiri dapat diukur dalam harian, bulanan dan juga
tahunan. Ukuran curah hujan yang biasanya terjadi bisa dalam berupa keadaan
curah hujan rendah, menengah, tinggi dan sangat tinggi.
Curah hujan yang tidak dapat diperkirakan atau dipastikan
dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam seperti halnya, banjir, tanah longsor,
dan lainnya. Ketidakpastian curah hujan ini maka perlu membuat suatu prediksi
untuk menyelesaikan permasalahan curah
hujan yang ada di kota Tanjungpinang.
Berbagai macam metode prediksi telah
banyak yang berkembang dan telah banyak digunakan saat ini salah satunya yaitu
metode Radial Basis Function (RBF). RBF merupakan
salah satu model pembelajaran dari Neural Network atau juga di kenal dengan JST (Jaringan
Syaraf Tiruan) yang mentransformasi input secara nonlinear dan
menggunakan fungsi aktivasi Gaussian yang terdapat pada lapisan unit hidden sebelum dilakukan
proses secara linear pada lapisan outputnya. Sedangkan metode k-means sendiri digunakan untuk mencari
pusat (center) terbaik untuk di
lakukan perhitungan pada metode RBF. Kelebihan dari
metode ini adalah dalam melakukan traning
data dan ketepata dalam estimasi
lebih cepat dan dengan mempertimbangkan sifatnya yang mampu menghasilkan output dengan tingkat keakurasian yang
tinggi pada waktu pelatihan yang relatif
lebih singkat. (Mutmainnah dan Ainun, 2012).
Dengan menggunakan metode ini diharapkan dalam
penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan Hybrid metode K-Means dan metode Radial Basis Function untuk prediksi
curah hujan di dapat hasil prediksi yang paling akurat dari metode tersebut dan dapat digunakan sabagai acuan dalam aktifitas.
BAHAN DAN METODE
Lokasi dan fokus penelitian dalam
mengimplementasikan metode RBF adalah di BMKG, Tanjungpinang. Fokus penelitian pada aplikasi ini adalah dengan implementasi metode
K-Means dan metode RBF untuk prediksi curah hujan dapat
mengoptimasi prediksi curah hujan di Tanjungpinang. Data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini adalah data arah angin, kecepatan angin, temperatur, kelembaban
udara, tekanan udara dan curah hujan dalam bentuk harian dari tahun 2015 sampai
dengan tahun 2016 yang diperoleh dari BMKG Tanjungpinang.
Dalam penelitian yang dilakukan untuk
prediksi mengunakan metode RBF, sedangkan metode K-Means sendiri digunakan
untuk mencari center terbaik. Center
atau pusat yang dimaksud disini ialah pusat
cluster dari data. Jumlah center
menetukan jumlah hidden node yang di gunakan.
Langkah-langkah dalam melakukan prediksi
curah hujan menggunakan metode K-Means dan RBF sebagai berikut :
1.
Normalisasi data
2.
Mencari nilai
center menggunakan metode K-Means
3.
Menghitung nilai spread
4.
Menghitung fungsi
aktivasi gaussian
5.
Menghitung nilai
bobot
6.
Menghitung output menggunakan output jaringan
7.
Menghitung galat error
HASIL DAN PEMBAHASAN
Adapun data yang digunakan pada penelitian
ini yaitu data curah hujan harian dalam waktu 2 tahun, di mulai dari 1 januari
2015 sampai dengan 31 desember 2016, dimana data tersebut dibagi menjadi 2
bagian yaitu, data pelatihan dan data pengujian. Data pelatihan digunakan untuk
melakukan proses pelatihan dimana proses pelatihan bertujuan untuk mendapatkan
bobot yang diharapkan. Setelah bobot di peroleh dari pelatihan, selanjutnya
bobot tersebut digunakan untuk melakukan proses pengujian dengan menggunakan
data berbeda yang tidak digunakan pada saat proses pelatihan. Variabel yang
digunakan pada penelitian ini yaitu, arah angin, kecepatan angin, temperatur,
kelembaban udara, tekanan udara dan untuk keluaran yaitu curah hujan. Banyaknya
data yang di gunakan untuk penelitian ini yaitu 731 dimana untuk 512 data
digunakan untuk pelatihan dan 219 digunakan untuk pengujian.
Hasil pelatihan dengan menggunakan vektor
data sebanyak 512, menghasilkan RMSE terkecil sebesar 0.011591
dan MAD sebesar 6.536949 dengan jumlah kluster
28. Senjutnya dilakukan proses pengujian dengan menggunakan jumlah vektor data
sebanyak 219 menghasilkan RMSE sebesar 0.101746 dan MAD
sebesar 8.887692293. Hasil dari prediksi curah hujan dapat dilihat pada
tabel 1 berikut.
Tabel 1. Sample Perbandingan Hasil Data
Aktual Dan Prediksi Curah Hujan
|
Data Ke |
Data Aktual (Mm) |
Data Prediksi (Mm) |
|
1 |
0.5 |
1.80908 |
|
2 |
5.2 |
12.57665 |
|
3 |
14.8 |
27.26996 |
|
4 |
0.8 |
3.078218 |
|
5 |
0 |
-0.69993 |
|
6 |
1.1 |
-4.14809 |
|
7 |
36 |
7.249972 |
|
8 |
50.1 |
32.83768 |
|
9 |
8.3 |
32.61675 |
|
: |
: |
: |
|
219 |
0.2 |
18.189623 |
Untuk melihat hasil
perbandingan dari pengujian untuk data target curah hujan dan output curah hujan dapat dilihat pada grafik
dari prediksi pada Gambar 1.

Gambar 1. Grafik Perbandingan Data Hasil Prediksi
Data Aktual Dan prediksi
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari
penelitian ini adalah, penelitian ini menunjukkan bahwa metode RBF bisa
digunakan untuk kasus prediksi curah hujan, penelitian dengan menggunakan
algoritma K-Means sebagai penentuan center mempermudah dalam mendapatkan center terbaik, hasil penelitian
menunjukan pemodelan dengan hybrid metode
K-Means dan metode RBF memberikan hasil
pelatihan dengan menggunakan vektor data sebanyak 512, menghasilkan RMSE
terkecil sebesar 0.011591 dan MAD sebesar 6.536949 dengan jumlah kluster 28. Senjutnya
dilakukan proses pengujian dengan menggunakan jumlah vektor data sebanyak 219
menghasilkan RMSE sebesar 0.101746 dan MAD sebesar
8.887692293
DAFTAR PUSTAKA
Apriyanto, F., Sujono, H, S., Hermanto, A, L., 2016, Kalasifikasi
Kualitas Piasau
Potong (CUT
CELL) Menggunakan Metode Radail Basis
Function (RBF), Interger Journal,
Vol 1, (No.2).
Dillak, Y.R., Bintiri, G.M., Sina, R, D., 2012, Penerapan Jaringan Saraf
Tiruan Radial Basis Function Pada Diaknosa Dan Medical Prescription Penyakit
Jantung Seminar Nasional Informatika 2012 (semnasIF 2012).
Han, J., dan Kamber, M., 2001.
“Data Mining Concepts and Techniques Second Edition”. San Francisco: Morgan
Kauffman.
Hayati, S., Maryani, E., Manalu, M., 2004, “Pengetahuan Sosiologi Geografi”. Jakarta : Esis.
Haykin, S., 2009. “Neural Networks and Learning Machines Third
Edition”, Pearson Education.
Haykin, S., 1999. Neural Networks A Comprehensive Foundation Second
Edition”, Prentice Hall International.
Haryanto, F.A.S.,
Ernawati., Puspitaningrum, D., 2015, Implementasi Jaringan Syaraf Tiruan
Backpropagation Untuk Memprediksi Cuaca, Jurnal Rekursif, Vol. 3, (No.2).
Indrabayu., Harun, N.,
Pallu, S.M., Achmad, A., Fikha, C.L., 2012, “Prediksi
Curah Hujan Dengan Jaringan Saraf Tiruan”. Universitas Hasanuddin.
Kermania, Z.M., Kisi, O.,
Rajaeec, T., 2013, Performance Of Radial Basis And LM-Feed Forward Artificial
Neural Networks For Predicting Daily Watershed Runoff, Applied Soft Computing
13 (2013) 4633–4644
Kristanto, A., 2004, Jaringan Syaraf
Tiruan (Konsep Dasar Algoritma Dan Aplikasi. Jogjakarta : Gava Media.
Mutmainnah, N.M., dan
Ainun, N., 2012, “Prediksi Trafik Pada
Komunikasi Data Dengan Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Metode Radial Basis
Function”. (Skripsi), Universitas Hasanuddin, Makassar.
Puspitaningrum, D.,
2006, “Pengantar Jaringan Saraf Tiruan”.
Yogyakarta : Andi
Santosa, S., Widjanarko, A., Supriyanto, C., 2016, Model Prediksi
Penyakit Ginjal Kronik Menggunakan Radial Basis Function, Jurnal Pseudocode, Vo
III (No.2)
Sungkawa, S., Megasari, T.R., 2011, Penerapan Ukuran Ketepatan Nilai
Ramalan Data Deret Waktu Dalam Seleksi Model Peramalan Volume Penjualanpt
Satriamandiri Citramulia. Mathematics & Statistics Department, School Of
Computer Science, Binus University. Vol.2 (No.2) Desember 2011
Singh, K.N., Tripathy, M., Singh, K.A., 2011, A Radial Basis Function
Neural Network Approach for Multi-Hour Short Term Load-Price Forecasting with
Type of Day Parameter, International Conference on Industrial and Information
Systems
Sommerville, 2010, Metode Pengambangan Waterfall.
Komentar
Posting Komentar